Ikhlas Terhadap Petunjuk ALLOH bag 2

Diposting oleh Imam Akhmad on Minggu, 06 Maret 2011


"Al haqqu mirrobika falaa takuunana minal muntarin" (QS. Al Baqoroh)~ Sesungguhnya Kebenaran itu dari Tuhan-mu, maka Janganlah kamu menjadi orang yang ragu-ragu.

Yang mempunyai Sorga adalah Alloh,
Yang mempunyai petunjuk jalan menuju Sorga adalah Alloh,
Yang menggerakan hati manusia untuk mengikuti petunjuk adalah Alloh,

Alloh sudah menurunkan petunjuk untuk semua manusia,
Pertanyaannya, Kenapa manusia tidak mau mengikuti petunjuknya Alloh?
Setiap jiwa adalah jiwa kecintaan Alloh
yang diturunkan ke alam kehidupan raga sebagai manusia
yang bertugas mewujudkan kemuliaan dari jiwanya
yang menggerakan jiwa menuju hidup mulia
raga yang berhasil mengantar jiwanya
adalah raga yang mati kemudian jiwanya hidup indah di sorga

Dan jiwa yang mampu memimpin dirinya sendiri
Untuk tetap tegas mengikuti petunjuk Alloh
Untuk tegas keluar dari kemalasan, ketidak-tegasan, kekhawatiran dan penundaan
memiliki semua potensi untuk tetap dalam petunjuk Alloh
dan memiliki potensi mati husnul khotimah yaitu mati masuk sorga.

Maka marilah kita ingat kembali,
Kita lahir ke dunia semata-semata untuk beribadah kepada Alloh,
Tugas selainnya ibadah adalah hanya tugas sampingan bukan utama.
Semata-mata raga kita hanya untuk mengantarkan jiwa kita meraih kemuliaan
Mengantarkan jiwa kita untuk tetap dalam petunjuk Alloh.
Ikhlaskanlah jiwa kita untuk tetap dalam jalan yang lurus.

Hiduplah sebagai jiwa yang ikhlas.


.....................


Sahabat-sahabat saya yang ingin selalu dalam petunjuk Alloh,

Petunjuk itu telah diturunkan dalam sebuah kitab Al Quran yang isinya asli dari Alloh dan tak mungkin ditemukan dalam karangan manusia, dan sebagian petunjuk lagi ditempelkan pada perilaku Nabi Muhammad SAW melalui As Sunnah yang dituliskan dalam bentuk Hadist – agar kita mempelajari dan mengamalkan sesuai dengan apa yang sudah tertulis dalam petunjuk tersebut.

"Tetapi, tidak sedikit orang yang membutuhkan penyelamatan, adalah justru orang-orang yang mempersulit bagi kebaikannya sendiri. "

Ada orang yang sudah diberikan kecerdasan untuk mengerti nasehat baik, tetapi hatinya yang pekat dengan keluhan – membuatnya segera bertanya:

Tapi khan nggak mudah?
Khan melakukannya nggak semudah mengatakannya?
Apakah Bapak sudah membuktikan bisa masuk sorga?
Kalau orang seperti saya apa bisa mengkaji & mengamalkan Al Quran dan Hadist?


Dan yang memilukan hati, adalah orang yang hidupnya belum tersentuh dengan petunjuk Al Quran/Hadist dan sedang terpinggirkan, tetapi saat mendengar nasehat benar yang bisa digunakannya untuk memperbaiki kehidupan di akherat kelak, dia menyeletuk:
Ah … biasa aja tuh …

………..

Padahal, …
jika mereka memperhatikan,
jika kita memperhatikan,
jika jiwa ini memperhatikan …

Ikhlas adalah seutuhnya menerima Alloh dengan semua kebenaran-Nya.

Kebenaran Alloh adalah untuk kemuliaan kita, dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan di akherat nanti.

Maka, ….

Jiwa yang menerima Alloh dengan seutuhnya sebagai pemimpin kehidupannya, akan dibenarkan kehidupannya dengan cara-cara yang indah.


Apakah ikhlas itu?

Ikhlas adalah seutuhnya menerima Alloh dengan semua kebenaran-Nya.

Bagaimana caranya untuk ikhlas?

Terimalah Alloh dengan seutuhnya bersama semua kebenaran-Nya, dengan cara memurnikan semua petunjuk dari Alloh tanpa pernah ditambah-tambahi atau dikurangi. Kerjakanlah apa adanya atau sesuai aslinya petunjuk.

Tetapi mengapakah ikhlas itu sulit?

Karena engkau memilih mempertahankan kebiasaan dan kesenangan mu yang tak akan memperkuat dan memuliakanmu, daripada memilih pikiran, sikap, dan perilaku yang ditetapkan oleh Alloh sebagai jalan lurus masuk sorga selamat dari neraka. Jadi janganlah mengikuti hawa nafsu mu jika engkau ingin tetap dalam petunjuk yang benar. Yang lebih "miris' lagi adalah jika kecerdasanmu, engkau gunakan untuk membelokan petunjuk Alloh seolah-olah engkau lebih pintar dari Alloh sehingga membuang petunjuk dari Alloh, serta membuat aturan-aturan sendiri yang sesuai hawa nafsumu. Inilah yang akan bisa membuat celaka dirimu dan umat yang mengikutimu.

Apakah jaminannya bahwa hidup saya akan baik, jika saya ikhlas?

Tidak ada jaminan untuk keikhlasan, karena jaminan itu tidak diperlukan.
Yang ada adalah bukti, bahwa kurangnya keikhlasanmu telah melemahkan hidupmu.
Orang-orang yang selalu dalam petunjuk tidak ada jaminan hidupnya akan lebih baik daripada orang-orang yang keluar atau mengabaikan petunjuk Alloh.

Tetapi bersabarlah untuk tetap dalam petunjuk, hidup di dunia tidak akan lama bila dibandingkan apa yang akan kita dapatkan yaitu sorga. Sesusah-susahnya manusia, atau se-menderitanya manusia waktu hidup di dunia jika manusia dimasukan sorga maka hilanglah penderitaan waktu di dunia, tinggal nikmatnya hidup di sorga.

………..

Marilah kita ikhlaskan diri untuk menjadi pribadi yang dekat dan taat kepada Alloh; dan hidup dengan pikiran, sikap, dan perilaku yang menjadikan kita bermanfaat bagi kebahagiaan sesama.

Marilah kita memasuki gerbang keikhlasan jiwa dan hati yang ridho,
yang menghubungkan kehidupan kita hari ini dengan padang rumput hijau di halaman taman-taman sorga, yang namanya kebahagiaan abadi.

Alhamdulillah jazakumullohu khoiro

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar