Penyakit Hati : KAGUM DIRI, MERASA POL DEWE

Diposting oleh Imam Akhmad on Sabtu, 05 Maret 2011


Kagum diri dapat diartikan suatu penyakit hati yang membuat seseorang merasa bahagia dengan pujian dari orang lain dan merasa diri paling baik melebihi orang lain. Faktor-faktor penyebab sikap kagum diri, diantaranya pujian yang diberikan kepada seseorang secara berlebihan dan tanpa mengindahkan tata cara yang ditetapkan syariat Islam dalam memberikan pujian kepada seseorang. Pujian tersebut mempengaruhi orang yang dipuji. Dia akan merasa mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Ini akan membuat orang yang dipuji merasa kagum pada diri sendiri.

Tata cara atau etika memuji dalam syariat Islam ada tiga yaitu tidak boleh berlebihan, ditujukan untuk hal-hal yang benar dan tidak menimbulkan fitnah, yaitu membuat orang yang dipuji menjadi kagum pada dirinya sendiri. Apabila tata cara tersebut dapat dipenuhi, maka seseorang boleh memuji orang lain.

Dari Abdurahman bin Abi Bakrah dari ayahnnya menceritakan bahwa ada seseorang memuji orang lain dihadapan Rasulullah saw. Rasulullah saw lalu bersabda, “Celaka engkau! Engkau memotong leher saudaramu.” Rasulullah saw mengulangi beberapa kali perkataan tersebut. Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Apabila engkau terpaksa harus memuji seseorang, hendaknya engkau berkata, ‘Sepanjang yang aku ketahui tentang dia-dan Allah juga mengetahui tentang dia dan saya tidak dapat menyembunyikan dia dihadapan Allah-dia begini dan begitu.’”

Faktor lainnya yang menyebabkan seseorang kagum diri yaitu orang yang kagum diri hanya memperhatikan nikmat yang didapatinya tanpa memperhatikan Dzat yang memberikannya. Ia merasa nikmat tersebut didapatnya karena kepandaiannya, bukan karena pemberian Allah swt, seperti anggapan Qarun. Allah swt menceritakan perkataan Qarun mengenai harta yang dimilikinya dalam Al Qur’an, “Qarun berkata, ‘Sesungguhnnya aku diberi harta itu hanya karena ilmu yang ada padaku.’” (QS al-Qashash: 78)

Orang yang kagum diri lupa atau pura-pura lupa bahwa segala kenikmatan yang diperolehnya semuanya hanya berasal dari Allah swt. Allah swt berfirman: Dan apa saja yang ada di langit dan di bumi, maka itu dari Allah (datangnya). (QS an-Nahl: 53) Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Lalu Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur. (QS an-Nahl: 78) Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, maka mengapa kamu berpaling (dari-Nya). (QS Fathir: 3)

Lalai atau tidak memahami hakikat diri dapat menyebabkan seseorang menjadi kagum diri. Seseorang yang kagum diri, tidak sadar akan hakikat dirinya, bahwa dirinya berasal dari air yang hina yang keluar dari tempat keluarnya air kencing, selalu berada di dalam kekurangan sepanjang hidupnya dan akan kembali ke dalam tanah menjadi bangkai. Selain tidak memahami hakikat dirinya, seseorang juga dapat menjadi kagum diri karena dia selalu mendapatkan penghormatan yang berlebihan dari masyarakat, yang bertentangan dengan ajaran Islam. Misalnya, orang-orang berdiri cukup lama untuk menghormatinya, mencium tangan, menundukkan kepala mereka sampai berlebihan, berjalan dibelakangnya dan penghormatan yang berlebihan lainnya.

Seseorang yang mendapatkan ketaatan yang berlebihan dari orang lain, yang lepas dari ketentuan-ketentuan Allah swt. Apapun kehendaknya selalu dipenuhi, baik kehendak tersebut baik atau buruk. Ini pada akhirnnya dapat menjadikan seseorang kagum diri. Rasulullah saw bersabda, “Wajib atas orang Muslim untuk taat (kepada pemimpinnya), suka atau tidak suka, kecuali jika ia diperintahkan untuk berbuat maksiat kepada Allah. Apabila seorang pemimpin memerintahkannya melakukan maksiat, maka dia tidak boleh mematuhinya.”

Semoga Alloh menghindarkan diri kita dari sifat ini. Amin.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar